HeadlineHukumNasional

Korban Penipuan Investasi Suntik Modal Alkes Rp1,2 Triliun Geruduk Bareskrim

Forumterkininews.id, Jakarta – Sekitar 50 orang korban penipuan investasi alat kesehatan Covid-19 mendatangi Gedung Bareskrim Polri, Selasa (14/12/2021). Korban diduga mencapai ribuan orang dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.

Kedatangan mereka ingin melaporkan perempuan berinisial V ke SPKT Bareskrim Polri. Hanya saja laporan tidak diterima, lantaran sudah ada yang melaporkan dugaan penipuan modus suntik modal (sunmod).

Salah satu korba, Devi mengaku mengalami kerugian mencapai Rp3 miliar. Ia awalnya diajak oleh seorang temannya berinisial A untuk investasi alat tes PCR sejak April lalu. Kemudian diminta untuk menanamkan modal dengan keuntungan satu alat tes sekitar Rp750 ribu dan mendapat untung sekitar Rp120 ribu. Keuntungan tersebut dibayarkan setiap pekan.

Lebih lanjut, lalu Devi diminta menjadi reseler untuk mengajak yang lain berinvestasi untuk alkes yang lainnya seperti alat pelindung diri (APD). Dengan investasi yang lebih besar, tentunya keuntungan juga lebih banyak lagi uang yang didapat.

Namun, pada 7 Desember lalu, pembayaran keuntungan pun tersendat. Hingga akhirnya mengetahui bahwa tidak ada investasi alkes selama ini. Padahal ia sempat yakin dengan si A tersebut yang pernah memposting menjual alkes Covid-19.

“Saya sendiri investasi sampai Rp200 jutaan. Sementara keluarga saya ada yang investasi sampai Rp1 miliar. Semuanya sampai Rp3 miliar,” ucapnya.

Sementara salah satu korban yang tidak ingin disebutkan namanya, mengaku investasi Rp35 juta. Dan pada setiap pekan mendapat transferan Rp5 juta dari investasi alkes tersebut. Dari informasi bahwa ada tender di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk pengadaan alkes. Namun, baru diketahui dari pihak Kemenkes dan terduga pelaku bahwa tidak ada proyek tersebut.

Sementara, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengaku belum mengetahui adanya laporan dari masyarakat mengenai penipuan investasi alkes. “Nanti kami cek ke Bareskrim, itu kan baru muncul di sosial media,” ucapnya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button