NasionalOtomotifUncategorized

Politisi NasDem: Kejadian Unboxing Tidak Boleh Terulang Lagi Saat Perhelatan MotoGP

Forumterkininews.id, NTB- Anggota Komisi X DPR, Fraksi NasDem Syamsul Luthfi menyayangkan kejadian tidak mengenakan pembukaan kargo motor Ducati itu kenapa bisa terjadi pada saat event internasional. Mestinya segala rule of the game harus dipatuhi oleh pihak penyelenggara.

“Dalam hal ini Mandalika Grand Prix Association (MGPA) harus mematuhi peraturannya, aturan main harus betul-betul kita patuhi, harus berkerja secara professional. Karena di dalam dunia olahraga Internasional ini ada yang sifatnya teknis dan etis yang harus kita patuhi,” ujarnya Legislator Dapil NTB saat dikonfirmasi oleh Forumterkininews.id, Jumat (12/11)

Menurut Syamsul, biasanya lembaga-lembaga Internasional kalau berkerja mengedapankan kualitas, integritas dan mutu yang tinggi.

“Sehingga disini dibutuhkan kerja dengan professional. Jadi kalau aturan mainnya tidak boleh, jangan di coba-coba melakukan karena ini bisa mencoreng nama Indonesia di mata dunia Internasional,” jelas Syamsul.

Apalagi  kata Syamsul, penyelenggaraan World Superbike 2021 dan MotoGP adalah merupakan sebuah kepercayaan yang sangat luar biasa dari dunia otomotif Internasional terhadap negara kita Indonesia.

“Kita mempersiapkan baik dari sisi kualitas penyelenggaranya maupun kesiapan kita sebagai tuan rumah yang ramah terhadap para tamu-tamu yang akan datang untuk menyaksikan ataupun mengikuti event tersebut,” ujar Syamsul

Ia mengungkapkan kejadian tersebut tidak boleh terulang lagi. Menurutnya perlu ada koordinasi dari semua pihak yaitu Bea Cukai, pihak bandara, panitia penyelenggara dan pemerintahnya sendiri.

Jadi hal-hal yang sifatnya teknis dan aturan main seperti ini harus sama-sama dipatuhi karena itu berlaku standar di dalam setiap penyelenggara event internasional.

“Kita Indonesia masih perlu banyak belajar, itulah gunanya melakukan studi banding kemudian mematuhi aturan yang ada. Kalau semuanya kita melakukan komitmen yang kuat untuk melaksanakan itu dengan baik saya pikir tidak ada hambatan ataupun rintangan untuk menjadi tuan rumah di event internasional tersebut,” ungkapnya

Jika penyelenggraan sukses akan berdampak pada ekonomi di Nusa Tenggara Barat baik itu ekonomi kreatif, kuliner, perhotelan dan transportasi.

“Jadi kalau semuanya ini bergerak akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Sehingga dari situlah kita bisa mengambil pelajarannya yang terjadi beberapa hari yang lalu, tidak boleh terjadi lagi pada waktu penyelenggara MotoGP,” ujar Legislator Dapil NTB

Menurutnya sudah cukup kasus-kasus doping terkait dengan World Anti Doping Agency (WADA) yang memberikan sanksi kepada kita. Sehingga tidak boleh mengibarkan bendera Merah Putih pada saat kita menjadi pemenang di Piala Thomas, itu harus menjadi catatan penting.

“Dan betapa pentingya integritas, betapa pentingya aturan main, mengikuti segala jenis peraturan yang telah ditetapkan oleh lembaga-lembaga internasional yang bergerak di bidang olahraga. Terkadang kita meremehkan hal-hal sepele yang sifatnya teknis maupun admintirastif, inilah yang menjadi pelajaran berharga bagi kita sehingga kedepan tidak akan terulang lagi,” pungkasnya

 

 

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button